Sunday, January 31, 2016

MORATORIUM CPNS 2016

Selamat malam sahabat jempol dimanapun anda berada setelah sekian lama tidak posting artikel dikarena beberapa kesibukan yang harus dijalani admin akhirnya kembali lagi ke kursi panas untuk memberikan informasi buat para pembaca. Sebelumnya admin mohon ma,af apabila beberapa saat tidak memposting artikel. Sahabat jempol yang berbahagia kali ini penulis akan memberikan tema tentang “ MORATORIUM CPNS 2016”.

Ditahun 2016 ini para pencari kerja sangat menanti – nantikan kapan lowongan CPNS akan dibuka kembali agar dapat diikuti tes untuk mengadu nasib jika senandainya bisa lulus anda sangat beruntung dan jika tidak lulus anda silahkan coba lagi dan lagi yang penting anda tidak patah semangat ya sahabat jempol.

Kamus merriam-webster mendefinisikan moratorium sebagai “a legally authorized period of delay in the performance of a legal obligation or the payment of a debt” atau “a waiting period set by an authority”. Dalam konteks proses pengambilan kebijakan publik, definisi yang kedua yaitu “periode waktu tunggu yang ditetapkan oleh otoritas yang berwenang, maksudnya disini adalah kebijakan diambil oleh pejabat yang berwenang pada suatu negara karena pertimbangan yang lebih penting contoh kita kaitkan dengan penerimaan CPNS tahun 2016.

Contoh kebijakan yang diambil adalah mendahulukan hal yang lebih penting misalnya pada kasus saat ini kita banyak melihat tenaga honorer saat ini masih banyak yang belum diangkat menjadi pegawai negeri sipil, oleh karena itu kepentingan yang harus didahulukan adalah mengangkat tenaga honorer yang sudah ada terlebih dahulu daripada membuka lowongan CPNS yang baru dalam kurun waktu 5 tahun. Dengan adanya kebijakan ini untuk penerimaan CPNS tahun 2016 kemungkinan ada penundaan karena penerimaan CPNS disesuaikan dengan kebutuhan.

Nah sahabat jempol bagi anda yang ingin sekali mengikuti tes CPNS jangan berkecil hati dengan adanya berita moratorium ini. Masih banyak lowongan kerja lain yang bisa anda cari dan anda usahakan. Selagi kita mau berusaha mudah – mudahan ada jalan untuk anda.  Baiklah sahabat jempol sekian dulu dari penulis hari ini semoga bermanfaat jika ada penyampaian yang salah penulis mohon ma,af. Sekian dan terima kasih.


Sumber : (Dari berbagai sumber)

Wednesday, January 27, 2016

PERSEKUTUAN PEMBUBARAN KARENA PERUBAHAN PEMILIK

PERSEKUTUAN
PEMBUBARAN KARENA PERUBAHAN PEMILIK

1.     PENGERTIAN
Suatu persekutuan dinyatakan dibubarkan apabila perjanjian bersama yang semula diadakan untuk menjalankan usaha bersama-sama telah berakhir. Hal ini dapat diakibatkan karena misalnya, adanya kematian seorang anggota; persengketaan diantara anggota; pengadilan memutuskan pembubaran dan juga pengunduran diri seorang anggota.
Aktiva tidak berwujud (intangible asset) adalah jenis aktiva yan tidak memiliki wuju fisik. Jenis utama aktiva berwujud adalah hak cipta, paten, merek dagang, rahasia dagang, dan goodwill. Aktiva jenis ini mempunyai umur lebih dari satu tahun (aktiva tidak lancar) dan dapat diamortisasi selama periode pemanfaatannya, yang biasanya tidak lebih dari 40 tahun.

2.     KEADAAN-KEADAAN YANG MENYEBABKAN PEMBUBARAN

A.     Pembubaran atas dasar perjanjian persekutuan (act of the parties), karena :
1)  Berakhirnya jangka waktu yang ditentukan dalam perjanjian atau tercapainya tujuan.
2)     Persetujuan bersama
3)     Pengunduran diri seorang anggota persekutuan.
B.      Pembubaran atas dasar bekerjanya undang-undang antara lain karena:
1)     Kematian seorang atau beberapa anggota atau persekutuan.
2)     Bangkrutnya seorang atau lebih anggota persekutuan.
3) Kejadian-kejadian tertentu yang mengakibatkan tidak dapat bertindaknya perusahaan yang disebabkan oleh perbuatan individu anggota yang membawa nama persekutuan.
4) Ada perang di dalam suatu negara dari salah seorang anggota (persekutuan) penduduk negara yang bersangkutan.
C.      Pembubaran atas dasar keputusan pengadilan, antara lain dalam keadaan sebagai berikut :
1) Ketidakmampuan seorang anggota (ada beberapa hal) untuk memenuhi kewajibannya terhadap perjanjian persekutuan.
2)     Tindakan seorang anggota yang mengakibatkan tidak ada keserasian dalam usaha yang sedang berjalan.
3)     Perselisihan intern diantara anggota.
4)  Tidak mungkin lagi untuk mendapatkan keuntungan secara kontinue dari usaha perusahaan
5) Alasan lainnya yang mengakibatkan pembubaran misalnya kecurangan atau penyajian yang keliru didalam pembentukan formasi perskutuan.

3.     PERSOALAN AKUNTANSI DALAM PEMBUBARAN PERSEKUTUAN
1)     Masalah masuknya seorang atau lebih anggota baru.
2)     Pengunduran diri seorang anggota.
3)     Kematian seorang anggota atau lebih.
4)     Penyatuan dan atau perubahan bentuk badan usaha.

4.     MASUKNYA SEORANG ATAU LEBIH ANGGOTA BARU
Apabila seorang atau lebih anggota bru diperbolehkan masuk kedalam persekutuan, berarti satu persekutuan yang baru telah dibentuk. Pembentukan sebuah persekutuan yang baru otomatis membubarkan persekutuan yang lama. Oleh karena itu perjanjian persekutuan harus dirubah atau dibuatkan suatu perjanjian persekutuan yang baru. Satu hal yang penting dalam hal ini adalah ditentukannya pembagian laba (rugi) yang telah diatur.
Apabila tidak ada persetujuan yang baru, maka ketentuan undang-undang tentang persekutuan akan dilaksanakan, dimana pembagian keuntungan diantara para anggota adalah sama.
Masuknya anggota baru di dalam persekutuan dalam keadaan bagaimanapun juga harus mendapatkan persetujuan anggota yang ada.

Seseorang yang akan masuk ke dalam persekutuan dapat memasukkan modal dengan cara :
·    Membeli sebagian atau seluruhnya dari bagian modal  (Penyertaan) seorang atau lebih anggota lama (tidak ada kekayaan baru yang diterima oleh persekutuan);
·        Menanamkan kekayaan pada pereskutuan, sehingga kekayaan persekutuan bertambah.

a) Anggota Baru Melakukan Pembelian Sebagian Hak Penyertaan Dari Anggota Persekutuan

Contoh :
Misalnya Tuan A dan B adalah anggota-anggota persekutuan yang membagi laba (rugi) dengan perbandingan yang sama. Berikut ini neraca persekutuan Tuan A dan B, pada akhir tahun 2008 :

Persekutuan A dan B
Neraca, per 31 Desember 2008
Macam-macam Aktiva
Rp. 1.250.000,-
Macam-macam Hutang
Rp. 250.000,-


Modal A
Rp. 600.000,-


Modal B
Rp. 400.000,-
Jumlah Aktiva
Rp. 1.250.000,-
Jumlah Hutang & Modal
Rp. 1.250.000,-

Pada saat itu Tuan C ingin masuk dalam keanggotaan persekutuan dengan membeli ¼ bagian hak penyertaan tuan A dan B dengan membayara sebesar Rp. 250.000,-
Pencatatan di dalam persekutuan atas transaksi tersebut, hanya berupa pemindahan ¼ hak penyertaan Tuan A dan B kepada Tuan C tanpa memperhatikan berupa besarnya pembayaran oleh Tuan C kepada Tuan A dan B dengan jurnal sebagai berikut :

Modal A
Rp. 150.000,-
-
Modal B
Rp. 100.000,-
-
~ Modal C
-
Rp. 250.000,-

Sebagai akibat masuknya tuan C di dalam persekutuan tidak mempengaruhi besarnya jumlah modal persekutuan. Dengan masuknya Tuan C di dalam persekutuan hanya komposisi hak penyertaa masing-masing anggota yang berubah, sedangkan jumlah totalnya tetap tidak berubah seperti pada tabel berikut ini :
                              
Sebelum masuknya Tuan C
Setelah tuan C masuk di dalam Persekutuan
Modal A
600.000
450.000
Modal B
400.000
300.000
Modal C
-
250.000
Modal Persekutuan
1.000.000
1.000.000

b)     Suatu Penyertaan (Investasi) dengan memberikan bonus dan atau goodwill kepada anggota pemilik yang lama.
Apabila sebuah persekutuan telah berjalan dengan sukses, maka biasanya kepada anggota baru yang akan dibebani kewajiban-kewajiban sebagai berikut :
-          Bagian penyertaan daripada anggota baru harus dikurangi dengan jumlah tertentu sebagai bonus kepada anggota pemilik lama.
-          Goodwill persekutuan harus diadakan dan dikredit sebagai penambahan modal angota-anggota pemilik yang lama.
Pembagian Bonus Kepada Anggota Pemilik Lama
Misalnya Tn L, M dan N adalah anggota-anggota persekutuan dengan modal dan pembagian laba (rugi) masing-masing sebagai berikut :

Saldo Modal
Pembagian Laba (Rugi)
Tuan L
50.000
45 %
Tuan M
30.000
35 %
Tuan N
20.000
20 %
Jumlah
100.000
100 %
Pada saat itu Tuan O, ingin masuk dalam keanggotaan persekutuan dan diterima oleh anggota-anggota pemilik lama. Untuk itu Tn O menyerahkan uang sebesar Rp. 40.000,- untuk penyertaan modal sebanyak 25% dari modal persekutuan yang baru.
Kelebihan setoran modal Tuan O, merupakan bonus yang dibagikan kepada pemilik lama sesuatu dengan ketentuan pembagian laba (rugi) yang ada.
Jurnal untuk mencatat masuknya Tuan O, adalah sebagai berikut :
K a s

Rp. 40.000,-
-

~ Modal L
-
Rp. 2.250,-

   Modal M
-
Rp. 1.750,-

   Modal N
-
Rp. 1.000,-

   Modal O
-
Rp. 35.000,-


 SUMBER : (Dari berbagai sumber)
  

SHUTTER SPEED DALAM FOTOGRAFI

Jika anda seorang pemula dalam dunia fotografi ada beberapa langkah dasar yang harus anda pelajari, agar anda tidak bingung dalam menggunak...