Wednesday, August 10, 2016

CONTOH POS UJIAN SEKOLAH

A.   PENGERTIAN
Dalam Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggaran Ujian Sekolah ini yang dimaksud dengan :
1.    Satuan Pendidikan adalah satuan pendidikan dasar dan menengah yang meliputi Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Mengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA)/ Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK)/Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK), serta lembaga pendidikan yang menyelenggarakan Program Paket B/Wustha, dan Paket C.
2.    Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang akan dikembangkan.
3.    Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan selanjutnya disebut Ujian S/M/PK  adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh sekolah/madrasah/program pendidikan kesetaraan.
4.    Ujian Nasional SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA/SMAK/SMTK, SMALB, SMK/MAK yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran dan penilaian pencapaian standar kompetensi lulusan SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA/SMAK/SMTK, SMALB, SMK/MAK secara nasional meliputi mata pelajaran tertentu.
5.    Ujian Susulan adalah Ujian Nasional yang diselenggarakan untuk peserta didik yang berhalangan mengikuti UN Utama karena alasan tertentu yang dapat diteria oleh sekolah/madrasah pelaksana UN dan disertai dengan bukti yang sah.
6.    UN Perbaikan adalah ujian nasional yang diselenggarakan untuk peserta didik pada jenjang SMA/MA/SMAK/SMTK, SMK/MAK, dan Program Paket C yang mencapai kompetensi lulusan dengan kategori kurang pada suatu mata pelajaran.
7.    Ujian Kompetensi Keahlian adalah ujian nasional yang terdiri atas ujian teori dan ujian praktik kejuruan.
8.    Nilai Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan selanjutnya disebut Nilai S/M/PK adalah gabungan antara nilai ujian S/M/PK dan rata-rata nilai Rapor atau rata-rata Nilai Derajat Kompetensi (NDK).
9.    Nilai Ujian Nasional yang selanjutnya disebut Nilai UN adalah nilai yang diperoleh peserta didik pada UN.
10.  Kriteria Kelulusan adalah persyaratan pencapaian minimal standar kompetensi lulusan pada semua mata pelajaran untuk dinyatakan lulus dari satuan pendidikan.
11.  Kisi-kisi soal UN adalah acuan dalam pengembangan dan perakitan soal UN yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
12.  Bahan UN adalah naskah soal, kaset/compact disk (CD) listening comprehension (LC), lembar jawaban UN, berita acara, daftar hadir, amplop, tata tertib, dan pakta integritas pengawas.
13.  Bahan US adalah naskah soal, , lembar jawaban US, berita acara, daftar hadir, amplop dan tata tertib.
14.  Lembar Jawaban US yang selanjutnya disebut US adalah lembaran kertas yang digunakan oleh peserta didik untuk menjawab soal US.
15.  Prosedur Operasional Standar yang selanjutnya disebut POS adalah urutan langkah baku yang mengatur teknis pelaksanaan UN yang ditetapkan oleh BSNP.
16.  Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah yang selanjutnya disebut POS US adalah urutan langkah baku yang mengatur teknis pelaksanaan US yang disusun dan dikembangkan oleh Satuan Pendidikan.
17.  Kementerian adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
18.  Menteri adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
19.  BSNP adalah Badan Standar Nasional Pendidikan yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
20.  Perguruan Tinggi dalah Perguruan Tinggi Negeri yang ditetapkan oleh BSNP sebagai koordinator pemindaian LJUN SMA/MA/SMAK/SMTK dan SMK/MAK berdasarkan rekomendasi dari Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia.
21.  Pemerintah adalah Pemerintah Pusat.
22.  Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, atau Pemerintah Kota.
23.  Pendistribusian Bahan UN adalah rangkaian kegiatan yang tidak terpisahkan dari proses pengiriman, penyerahan dan penerimaan, serta penyimpanan bahan UN yang terjamin keamanan, kerahasiaan dan ketepatan waktu dan tempat tujuan.

B.   PENYELENGGARAAN  DAN PANITIA UJIAN SEKOLAH
1.    Kepanitiaan Ujian Sekolah
Panitia Ujian Sekolah pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Kabupaten Tebo ditetapkan dengan keputusan Kepala Sekolah dengan struktur kepanitiaan sebagai berikut :
a.    Ketua
b.    Wakil Ketua
c.    Sekretaris I
d.    Sekretaris II
e.    Bendahara
f.     Seksi Naskah Soal
g.    Seksi Penggandaan Soal
h.    Seksi Pengepakan Soal
i.      Seksi Perlengkapan dan Penataan Ruang Ujian
j.      Seksi Konsumsi, dan
k.    Seksi Keamanan
2.    Tugas dan Tanggung Jawab
Panitia Ujian Sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut :
a.    Menyusun Jadwal Pelaksanaan Ujian Sekolah
b.    Melakukan sosialisasi tentang jadwal pelaksanaan Ujian Sekolah kepada seluruh warga sekolah.
c.    Melaksanakan Ujian Sekolah dan memastikan kesesuaian pelaksanaan Ujian Sekolah sesuai dengan POS Ujian Sekolah.
d.    Menyusun kisi-kisi Ujian Sekolah dengan cara membentuk Tim Penyusun Kisi-kisi dan Pembuat Naskah Soal Ujian Sekolah serta menjamin mutu soal.
e.    Menggandakan Naskah Soal Ujian Sekolah
f.     Menyimpan Naskah Soal serta menjamin kerahasiaan Soal Ujian Sekolah
g.    Melaksanakan pengepakan Bahan Ujian Sekolah yang meliputi, Naskah Soal, Blanko Lembar Jawaban, Daftar Hadir Peserta, dan Berita Acara Pelaksanaan Ujian Sekolah.
h.    Memastikan Naskah soal selesai sebelum waktu pelaksanaan Ujian Sekolah.
i.      Menyusun Ruang Ujian Sekolah.
j.      Menyiapkan Perlengkapan Ruang Ujian Sekolah yang dibutuhkan.
k.    Menyusun Denah Tempat Duduk Peserta Ujian Sekolah.
l.      Menempel Kelengkapan Ruang Ujian Sekolah.
m.   Membuat dan membagikan Kartu Tanda Peserta Ujian Sekolah.
n.    Menyusun Jadwal Pengawas Ujian Sekolah
o.    Menyusun Administrasi Ujian Sekolah sebagai bahan laporan pelaksanaan Ujian Sekolah.
p.    Menyampaikan Laporan Pelaksanaan Ujian Sekolah kepada Kepala Sekolah
q.    Menyampaikan Nilai Ujian Sekolah kepada Kepala Sekolah serta menyimpan Nilai Sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.
r.     Menyimpan Naskah Soal Ujian Sekolah yang telah diujikan.

C.    PERSYARATAN PESERTA UJIAN SEKOLAH
1.    Tercatat sebagai siswa Kelas XII di SMK Negeri 6 Kabupaten Tebo
2.    Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar mulai semester I Kelas X sampai dengan semester I Kelas XII.
3.    Telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran/tuntas seluruh mata pelajaran dari semester I Kelas X sampai dengan semester I Kelas XII.
4.    Memiliki Ijazah atau surat keterangan lain yang setara dengan tingkat SMP/MTs atau yang sederajajat lainnya.
5.    Tercatat sebagai peserta Ujian Nasional pada Daftar Nominasi Tetap (DNT).

D.   BAHAN UJIAN SEKOLAH
1.    Kisi-Kisi Ujian Sekolah
a.    Kisi-kisi Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2014/2015 pada mata pelajaran di-UN kan meliputi : Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan Kejuruan mengacu pada Peraturan BSNP Nomor 0027/P/BSNP/IX/2014 tentang Kisi-kisi UN untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2014/2015.
b.    Kisi-kisi Ujian Sekolah Tahun Pelajaran 2014/2015 pada mata pelajaran selain mata pelajaran di-UN kan disusun oleh sekolah dengan membentuk Tim Penyusun Kisi-kisi dan Naskah Soal Ujian Sekolah
2.    Bahan Ujian Sekolah
a.    Bahan US yang berupa master dan naskah soal, merupakan dokumen sekolah yang bersifat rahasia.
b.    Naskah soal US setelah digunakan disimpan di sekolah selama 1 bulan, kemudian dimusnahkan jika setelah mendapat pesetujuan dari Kepala Sekolah.
c.    Panitia menjamin keamanan dan kerahasiaan Naskah US selama masa pembuatan, penggandaan, pegepakan dan penyimpanan.
d.    Dalam hal bahan US sebagaimana dimaksud pada angka 1 terdapat kekeliruan, Panitia dapat melakukan perbaikan setelah berkoordinasi dengan Tim Penyusun Kisi-kisi dan Naskah Soal.
e.    Lembar Jawaban US yang telah diisi oleh peserta US merupakan dokumen sekolah yang bersifat rahasia.
3.    Penyiapan Bahan Ujian Sekolah
a.    Panitia Ujian Sekolah membuat master copy naskah soal Ujian Sekolah.
b.    Jumlah butir soal dan alokasi waktu Ujian Sekolah adalah sebgai berikut :
No
Mata Ujian
Jumlah Butir Soal
Alokasi Waktu (menit)
1
Pendidikan Agama
50
90 menit
2
Pendidikan Kewarganegaraan
50
90 menit
3
Bahasa Indonesia
50
90 menit
4
Penjaskes
50
90 menit
5
Seni Budaya
50
90 menit
6
Bahasa Inggris
50
90 menit
7
Matematika
40
90 menit
8
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
50
90 menit
9
Ilmu Pengetahuan Soal (IPS)
50
90 menit
10
Fisika
40
90 menit
11
Kimia
40
90 menit
12
KKPI
50
90 menit
13
Kewirausahaan
50
90 menit
14
Kejuruan
40
90 menit

E.    PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH
1.    Pelaksanaan Ujian Sekolah
a.    Ujian Sekolah dilaksanakan secara serentak pada semua program keahlian.
b.    Tanggal pelaksanaan Ujian Sekolah dilaksanakan berdasarkan hasil rapat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
c.    Ujian Sekolah Susulan dilaksanakan 3 hari setelah Ujian Sekolah Utama, diperuntukkan bagi peserta yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan lain yang sah
d.    Ujian Sekolah Perbaikan diperuntukkan bagi peserta Ujian Sekolah yang mencapai kompetensi lulusan dengan kategori kurang, yang dilaksanakan 1 minggu setelah Ujian Sekolah Susulan.
e.    Tempat pelaksanaan Ujian Sekolah dilaksanakan di SMK Negeri 6 Kabupaten Tebo
f.     Pengamanan pelaksanaan Ujian Sekolah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak sekolah.
g.    Jadwal pelaksanaan Ujian Sekolah sebagai berikut.

JADWAL UJIAN SEKOLAH

No
Hari / Tanggal
Waktu
Mata Pelajaran
Keterangan
1
Senin/
23 Maret 2015
08.00 - 09.30 WIB
Bahasa Indonesia

10.00 - 11.30 WIB
Agama

2
Selasa/
24 Maret 2015
08.00 - 09.30 WIB
Matematika

10.00 - 11.30 WIB
PKN

3
Rabu /
25 Maret 2015
08.00 - 09.30 WIB
Bahasa Inggris

10.00 - 11.30 WIB
KKPI

4
Kamis /
26 Maret 2015
08.00 - 09.30 WIB
Kejuruan

10.00 - 11.30 WIB
Seni Budaya

12.00 – 13.30 WIB
Penjaskes

5
Jum’at /
27 Maret 2015
08.00 - 09.30 WIB
Fisika

10.00 - 11.30 WIB
Kewirausahaan

6
Sabtu /
28 Maret 2015
08.00 - 09.30 WIB
Kimia

10.00 - 11.30 WIB
IPA

12.00 - 13.30 WIB
IPS


2.    Prosedur Pelaksanaan Ujian Sekolah
a.    Ruang Ujian Sekolah
Panitia Ujian Sekolah menetapkan ruang Ujian Sekolah dengan persyaratan sebagai berikut :
1)    Ruang Ujian yang digunakan saman dan layak untuk pelaksanaan Ujian Sekolah;
2)    Pembagian ruangan diatur sebagai berikut :
a)    Jumlah peserta dibagi 20
b)    Setiap 20 peserta menempati 1 ruangan
c)    Jika sisa pembagian jumlah peserta adalah 1 sampai dengan 4 orang, maka dua ruangan terakhir diisi dengan 10 peserta dan sisanya.
3)    Setiap ruang ujian diawasi oleh minimal 1 orang pengawas ruang Ujian Sekolah
4)    Setiap meja dalam ruang ujian diberi nomor peserta Ujian Sekolah
5)    Setiap ruang ujian ditempel pengumuman yang bertuliskan “DILARANG MASUK SELAIN PESERTA UJIAN DAN PENGAWAS, SERTA TIDAK DIPERKENANKAN MEMBAWA ALAT KOMUNIKASI”
6)    Setiap ruang ujian disediakan denah tempat duduk peserta Ujian Sekolah.
7)    Gambar atau alat peraga yang berkaitan dengan materi Ujian Sekolah dikeluarkan dari ruang Ujian Sekolah
8)    Tempat duduk diatur sebagai berikut :
a.    Satu bangku untuk satu orang peserta Ujian Sekolah
b.    Jarak antara meja yang satu dengan meja yang lain disusun dengan mempertimbangkan jarak antara peserta yang satu dengan yang lain minimal 1 (satu) meter.
c.    Penempatan peserta Ujian Sekolah sesuai dengan nomor peserta
9)    Ruang Ujian Sekolah paling lambat sudah siap 1 (satu) hari sebelum Ujian Sekolah dimulai.
b.    Pengawas Ruang Ujian Sekolah
1)    Pengawas Ruang Ujian Sekolah adalah tenaga pendidik/kependidikan di SMK Negeri 6 Kabupaten Tebo yang emenuhi persyaratan sebagai Pengawas Ujian Sekolah.
2)    Pengawas Ruang Ujian Sekolah adalah pendidik/tenaga kependidikan yang memiliki sikap dan perilaku disiplin, jujur, bertanggung jawab, teliti
3)    Pengawas Ruang Ujian Sekolah tidak diperkenankan mengaktifkan alat komunikasi dan merokok didalam ruang ujian.
4)    Pengawas Ruang Ujian Sekolah wajib mengisi Berita Acara Pelaksanaan Ujian Sekolah dengan dibubuhi tanda tangan.
5)    Tata Tertib Pengawas Ruang Ujian Sekolah
c.    Di Ruang Sekretariat Ujian Sekolah
1)    Tiga puluh (30) menit sebelum ujian dimulai pengawas ruang telah hadir di lokasi sekolah.
2)    Pengawas ruang menerima penjelasan dan pengarahan dari Ketua panitia Ujian Sekolah.
3)    Pengawas ruang menerima bahan Ujian Sekolah yang berupa naskah soal Ujian Sekolah, lembar jawaban peserta, daftar hadir, dan berita acara pelaksanaan Ujian Sekolah.
4)    Pengawas ruang memeriksa kondisi bahan Ujian Sekolah dalam keadaan didalam amplop yang masih tertutup dengan baik.
d.    Di Ruang Ujian Sekolah
Pengawas Ruang Ujian Sekolah masuk 20 menit sebelum waktu pelaskanaan untuk melaksanakan berurutan :
1)    Memeriksa kesiapan ruang ujian
2)    Mempersilakan peserta ujian sekolah untuk memasuki ruang dengan menunjukkan kartu peserta Ujian Sekolah dan meletakkan tas dibagian depan ruang ujian, serta menempati tempat duduk sesuai dengan nomor yang telah ditentukan
3)    Memeriksa dan memastikan setiap peserta Ujian Sekolah hanya membawa pena, pensil, penghapus, peraut, dan penggaris yang akan dipergunakan ke tempat duduk masing-masing.
4)    Memeriksa dan memastikan amplop soal dalam keadaan tertutup rapat, membuka amplop tersebut disaksikan oleh peserta Ujian Sekolah.
5)    Membaca tata tertib peserta Ujian Sekolah
6)    Membagikan Lembar Jawaban Ujian Sekolah (LJUS) kepada seluruh peserta Ujian Sekolah;
7)    Membagikan naskah soal Ujian Sekolah dengan cara meletakkan diatas meja peserta dalam posisi tertutup (terbalik)
8)    Kelebihan naskah soal Ujian Sekolah selama ujian berlangsung tetap disimpan diruang ujian dan tidak diperbolehkan dibaca oleh pengawas ruangan;
9)    Memberikan kesempatan kepada peserta Ujian Sekolah untuk mengecek kelengkapan soal
10) Mewajibkan kepada peserta Ujian Sekolah untuk menuliskan nama dengan nomor ujian pada kolom yang tersedia pada LJUS dan naskah soal;
11) Mewajibkan kepada seluruh peserta ujian untuk melengkapi isian pada LJUS secara benar;
12) Memastikan peserta Ujian Sekolah telah mengisi identitas dengan benar sesuai dengan kartu peserta;
13) Memastikan peserta ujian menandatangani daftar hadir;
14) Mengingatkan peserta ujian agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal;
15) Memimpin doa dan mengingatkan peserta untuk bekerja dengan jujur
16) Mempersilakan peserta Ujian Sekolah untuk mulai mengerjakan soal;
17) Selama Ujian Sekolah berlangsung, pengawas ruang Ujian Sekolah wajib :
a)    Menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian;
b)    Memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan;
c)    Melarang orang yang tidak berwenang memasuki ruang Ujian Sekolah selain peserta ujian;
d)    Menaati larang berikut : DILARANG merokok di ruang ujian, mengobrol, membaca, memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal Ujian Sekolah yang diujikan;
18) Lima (5) menit sebelum waktu ujian sekolah selesai, pengawas ruang Ujian Sekolah memberi peringatan kepada peserta Ujian Sekolah bahwa waktu tinggal lima menit;
19) Setelah Ujian Sekolah selesai, pengawas ruang Ujian Sekolah :
a)    Mempersilakan peserta Ujian Sekolah untuk berhenti mengerjakan soal;
b)    Mempersilakan peserta Ujian Sekolah meletakkan naskah soal dan LJUS di atas meja dengan rapi;
c)    Mengumpulkan LJUS dan naskah soal US;
d)    Menghitung jumlah LJUS sama dengan jumlah peserta US; bila sudah lengkap mempersilakan peserta US meninggalkan ruang ujian;
e)    Menyusun secara urut LJUS dari nomor peserta terkecil dan memasukkannya kedalam amplop diserta dengan daftar hadir, berita acara pelaksanaan Ujian Sekolah;
f)     Menyusun naskah soal secara urut dari nomor peserta terkecil termasuk naskah soal cadangan yang tidak digunakan dan memasukkannya kedalam amplop naskah soal; serta me-lem amplop naskah tersebut dibubuhi tandatangan dan stempel sekolah;
g)    Menyerahkan LJUS, daftar hadir, dan berita acara pelaksanaan kepada panitia Ujian Sekolah;
h)    Menyerahkan naskah soal US yang dudah dipakai, kepada panitia untuk disimpan ditempat yang aman.
e.    Tata Tertib Peserta Ujian Sekolah
1)    Peserta US memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 15 (lima belas) menit sebelum US dimulai.
2)    Peserta US yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti US setelah mendapat izin dari ketua Penyelenggara Ujian Sekolah tanpa diberi perpanjangan waktu.
3)    Peserta US dilarang membawa alat komunikasi elektronik dan kalkulator ke Sekolah.
4)    Tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun dikumpulkan di dalam ruang kelas di bagian depan.
5)    Peserta US membawa alat tulis menulis berupa pensil 2B, penghapus, penggaris, dan kartu tanda peserta ujian.
6)    Peserta US mengisi daftar hadir dengan menggunakan pulpen yang disediakan oleh pengawas ruangan.
7)    Peserta US mengisi identitas pada halaman pertama butir naskah soal dan identitas pada LJUS secara lengkap dan benar serta menyalin pernyataan “Saya mengerjakan US dengan jujur” dan menandatanganinya.
8)    Peserta US yang memerlukan penjelasan cara pengisian identitas pada LJUS dapat bertanya kepada pengawas ruang US dengan cara mengacungkan tangan terlebih dahulu.
9)    Peserta US diberi kesempatan untuk mengecek ketepatan antara cover naskah soal dan isi naskah serta mengecek kelengkapan soal, mulai dari kelengkapan halaman soal sampai kelengkapan nomor soal.
10) Peserta US yang memperoleh naskah soal/LJUS yang cacat, rusak, atau LJUS terlipat, maka naskah soal/ LJUS tersebut diganti dengan naskah soal/LJUS cadangan yang terdapat di ruang tersebut atau di ruang lain.
11) Peserta US yang tidak memperoleh naskah soal/LJUS karena kekurangan naskah, maka peserta yang bersangkutan diberikan naskah soal/LJUS cadangan yang terdapat di ruang lain atau meminta kepada panitia Penyelenggara Ujian Sekolah.
12) Peserta US mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian.
13) Peserta US selama US berlangsung, hanya dapat meninggalkan ruangan dengan izin dan pengawasan dari pengawas ruang US.
14) Peserta US yang meninggalkan ruangan setelah membaca soal dan tidak kembali lagi sampai tanda selesai dibunyikan, dinyatakan telah selesai menempuh/mengikuti US pada mata pelajaran yang terkait.
15) Peserta US yang telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu US berakhir tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum berakhirnya waktu ujian.
16) Peserta US berhenti mengerjakan soal setelah ada tanda berakhirnya waktu ujian.
17) Selama US berlangsung, peserta US dilarang :
a)    Menanyakan jawaban soal kepada siapa pun;
b)    Bekerjasama dengan peserta lain;
c)    Memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;
d)    Memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat pekerjaan peserta lain;
e)    Membawa naskah soal US dan LJUS keluar dari ruang ujian;
f)     Menggantikan atau digantikan oleh orang lain.

F.    PEMERIKSAAN HASIL UJIAN SEKOLAH
1.    Pengumpulan Hasil Ujian
Ketua Panitia beserta Sekretaris Ujian Sekolah :
a.    Mengawasi pengumpulan LJUS yang telah diisi oleh peserta US yang telah dilem, ditandatangani pada bagian sambungan penutup amplop oleh pengawas ruang US.
b.    Mengisi dan menandatangi berita acara serah terima, amplop pengembalian LJUS, amplop yang berisi naskah soal, daftar hadir, dan berita acara pelaksanaan US di ruang Panitia US.
c.    Menyampaikan amplop pengembalian LJUS ke Tim Pengoreksi untuk dilaksanakan pengoreksian.
d.    Menyerahkan amplop yang berisi naskah soal ke sekolah.
2.    Pengolahan Hasil Ujian
1.    Tim Koreksi menerima LJUS dari Panitia US
2.    Mengoreksi LJUS
3.    Menyampaikan hasil koreksi LJUS
4.    Proses pengoreksian harus bebas dari kepentingan pribadi atau kelompok terhadap hasil US
G.   KELULUSAN
Peserta didik dinyatakan Lulus dari SMK Negeri 6 Kabupaten Tebo berdasarkan kriteria sebagai berikut :
1.    Peserta didik telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran yang dilaksanakan di SMK... mulai dari semester I Kelas X sampai dengan semester II Kelas XII;
Peserta didik dinyatakan telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran jika peserta didik telah memperoleh nilai ketuntasan minimal sebagai berikut :
a.    Kelas X
No
Mata Pelajaran
Nilai Ketuntasan Minimal/ Semester
Keterangan
I
II
1
Pendidikan Agama
75
75

2
Pendidikan Kewarganegaraan
70
70

3
Bahasa Indonesia
70
70

4
Penjaskes
70
70

5
Seni Budaya
72
72

6
Bahasa Inggris
70
70

7
Matematika
70
70

8
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
71
71

9
Ilmu Pengetahuan Soal (IPS)
70
70

10
Fisika
70
70

11
Kimia
70
70

12
KKPI
70
70

13
Kewirausahaan
70
70

14
Kejuruan
70
70

15
Muatan Lokal
73
73


b.    Kelas XI
No
Mata Pelajaran
Nilai Ketuntasan Minimal/ Semester
Keterangan
I
II
1
Pendidikan Agama
75
75

2
Pendidikan Kewarganegaraan
75
75

3
Bahasa Indonesia
73
73

4
Penjaskes
74
74

5
Seni Budaya
75
75

6
Bahasa Inggris
72
72

7
Matematika
72
72

8
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
73
73

9
Ilmu Pengetahuan Soal (IPS)
72
72

10
Fisika
72
72

11
Kimia
72
72

12
KKPI
75
75

13
Kewirausahaan
73
73

14
Kejuruan
70
70

15
Muatan Lokal
75
75


c.    Kelas XII
No
Mata Pelajaran
Nilai Ketuntasan Minimal/ Semester
Keterangan
I
II
1
Pendidikan Agama
76
76

2
Pendidikan Kewarganegaraan
75
75

3
Bahasa Indonesia
75
75

4
Penjaskes
76
76

5
Bahasa Inggris
75
75

6
Matematika
74
74

7
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
75
75

8
Ilmu Pengetahuan Soal (IPS)
75
75

9
Fisika
74
74

10
Kimia
75
75

11
KKPI
76
76

12
Kewirausahaan
76
76

13
Kejuruan
70
70

14
Muatan Lokal
75
75


2.    Peserta didik memperoleh Nilai Sikap/Perilaku minimal baik pada semua mata pelajaran mulai dari semester 1 sampai dengan semester 6;
3.    Lulus Ujian Sekolah
a.    Peserta didik dinyatakan lulus Ujian Sekolah apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Nilai Sekolah.
b.    Nilai Sekolah yang dimaksud pada butir a diatas merupakan Gabungan antara Nilai Ujian Sekolah dan Nilai Rata-rata Rapor semester 3 (semester I kelas XI) sampai dengan semester 5 (semester I kelas XII) dengan dengan pembobotan 50% untuk Nilai Sekolah dan 50% untuk Nilai Rata-rata Rapor.
c.    Nilai Kompetensi Keahlian Kejuruan adalah gabungan antara Nilai Ujian Praktik Kejuruan dan Nilai Ujian Teori Kejuruan dengan pembobotan 70% untuk Nilai Praktik Kejuruan dan 30% untuk Nilai Teori Kejuruan.
d.    Peserta didik dinyatakan lulus Ujian Sekolah jika peserta didik memperoleh Nilai Sekolah dengan rata-rata setiap mata pelajaran 70 ( >70).
4.    Rapat Dewan Guru
a.    Kelulusan Peserta didik ditentukan berdasarkan Rapat Pleno Dewan Guru.
b.    Kelulusan peserta didik ditetapkan setelah Satuan Pendidikan menerima hasil Ujian Nasional peserta didik yang bersangkutan.
c.    Hasil Keputusan Rapat Pleno Dewan Guru bersifat Mutlak.


H.   BIAYA PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH
1.    Biaya pelaksanaan Ujian Sekolah
Biaya Pelaksanaan Ujian Sekolah SMK Negeri 5 Kabupaten Tebo meliputi
a.    Biaya pengadaan perlengkapan Peserta US
b.    Biaya pembuatan dan penggadaan Naskah Soal US
c.    Biaya penggandaan Lembar Jawaban US
d.    Biaya penggandaan Daftar Hadir Peserta dan Berita Acara Pelaksanaan US
e.    Insentif pengawas ruang ujian
f.     Biaya Konsumsi
2.    Biaya pelaksanaan Ujian Sekolah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak sekolah dan dianggarkan dalam anggaran belanja sekolah yang relevan

I.      PROSEDUR TINDAK LANJUT
1.    Langkah-langkah dan prosedur tindak lanjut pengaduan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Ujian Sekolah SMK... Tahun Pelajaran 2014/2015 adalah sebagai berikut :
2.    Jenis pelanggaran oleh peserta Ujian Sekolah
a.    Pelanggaran ringan meliputi :
1)    Meminjam alat tulis dari peserta ujian
2)    Tidak membawa kartu ujian
b.    Pelanggaran sedang meliputi :
1)    Membuat kegaduhan didalam ruang ujian
2)    Membawa HP ke dalam ruang ujian
c.    Penggaran berat meliputi :
1)    Membawa contekan ke ruang ujian
2)    Kerjasama dengan peserta ujian
3)    Menyontek atau menggunakan kunci jawaban
3.    Jenis pelangggaran oleh pengawas ruang ujian
a.    Pelanggaran ringan meliputi :
1)    Lalai, tertidur, merokok, dan berbeicara yang dapat mengganggu konsentrasi peserta ujian
2)    Menggunakan alat komunikasi (HP), perangkat elektronik, membaca bahan yang tidak terkait Ujian Sekolah
3)    Lalai membantu peserta ujian mengisi identitas diri sesuai dengan kartu identitas
b.    Pelanggaran sedang meliputi :
1)    Tidak mengelem amplop LJUS di ruang ujian
2)    Memeriksa dan menyusun LJUS tidak di ruang ujian
c.    Pelanggaran berat meliputi :
1)    Memberi contekan
2)    Membantu peserta ujian dalam menjawab soal
3)    Menyebarkan/membacakan kunci jawaban kepada peserta ujian
4)    Mengganti dan mengisi LJUS

J.    SANKSI
1.    Peserta ujian yang melanggar tata tertib diatas diberi sanksi oleh pengawas sebagai berikut :
a.    Pelangggaran ringan yang dilakukan oleh peserta ujian dengan sanksi diberi sanksi peringatan tertulis
b.    Pelangggaran sedang yang dilakukan oleh peserta ujian dengan sanksi pembatalan ujian pada mata pelajaran bersangkutan
c.    Pelangggaran berat yang dilakukan oleh peserta ujian dengan sanksi dikeluarkan dari ruang ujian dan dinyatakan tidak lulus
2.    Pengawas ruang ujian yang melanggar tata tertib diatas diberi sanksi oleh Panitia Ujian Sekolah
a.    Pelangggaran ringan yang dilakukan oleh pengawas ruang ujian dengan sanksi dibebastugaskan sebagai pengawas ruang ujian
b.    Pelangggaran sedang dan berat yang dilakukan oleh pengawas ruang ujian dengan sanksi dibebastugaskan sebagai pengawas ruang ujian dan diberi sanksi sesuai dengan ketentuan sekolah.
3.    Semua jenis sanksi harus dituangkan dalam berita acara.

Ditetapkan dI...
Pada tanggal 20 Maret 2015

Kepala



................................................
NIP.


Post a Comment

SHUTTER SPEED DALAM FOTOGRAFI

Jika anda seorang pemula dalam dunia fotografi ada beberapa langkah dasar yang harus anda pelajari, agar anda tidak bingung dalam menggunak...