CONTOH LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI - MEDIA EDUKASI CEPAT, TEPAT, DAN TERPERCAYA

Breaking

Created By Reko Metra, S.Kom

Friday, December 26, 2014

CONTOH LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI

 

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kami panjatkan kepada tuhan yang maha esa. Karena akhirnya kelas XI Busana 3 melaksanakan kegiatan kunjungan industri. Kami dalam kegiatan ini mengunjungi produksi tenunan dan konveksi yang bertempat di bukit tinggi dan paya kumbuh. untuk itu agar lebih jelas. kami akan melaporkan hasil kegiatan kunjungan kami dalam bantuk tertulis.


Padang 30 September 2014


LATAR BELAKANG MASALAH

Latar Belakang kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan kegiatan yang ada dikurikulum 2013 yang menegaskan siswa harus bisa melakukan kegiatan industri di SMKN 6 Padang ini. untuk itu kami melaksanakan kegiatan kunjungan industri tersebut.

TUJUAN 

Dilaksanakannya kegiatan ini ditujukan untuk siswa agar bisa memahami dan melakukan proses pembuatan pakaian secara industri. dan teknik pembuatan tenunan dan beberapa tujuan yang harus dicapai yaitu :

1. Siswa bisa memahami bagaimana cara pembuatan kain dengan teknik tenunan.
2. Siswa Bisa memahami bagaimana cara bekerja di industri.
3. Siswa bisa memahami dan mempraktekkan kegiatan yang telah dipelajari selama kunjungan industri.
4. Siswa bisa memahami dan mempraktekkan teknik pekerjaan industri.
5. Siswa bisa menjelaskan dan mempresentasikan bagaimana proses penjahitan.


MATERI 

Tenunan Haji Ridwan Kubang

Tenunan haji ridwan sudah ada pada abad ke - 9 dan hanya menenun tenunan sarung. tenunan ini sempat mengalami masalah putus nyambung dikarenakan krisis benang dan uang . tenunan ini sempat mengalami kevakuman dan dimulai kembali pada tahun 1995 dan mengalami perubahan yang pesat pada tahun 2007 tenunan ini dibesarkan oleh pemerintah daerah.

 Pada saat ini tenuan kubang haji ridwa dipimpin oleh ibu risna. yang merupakan generasi kedua, kini tenunan tersebut dilanjutkan dengan anak ibu risna sendiri yang bernama ibu Rahmi. penenun - penenun disana masih banyak menggunakan mesin -  mesin lama walaupun ada juga yang menggunakan mesin baru yang tidak seberapa. 

Pada Awal pembuatan tenunan ini, bidangnya hanya memakai ukuran 50 cm. setelah dikembangkan lagi sudah ada 21 tenunan dengan ukuran yang ditambah dan dimodifikasi, tetapi masih ada 4 tenunan lagi yang tidak dikembangkan, karena berguna untuk melestarikan tenunan yang menggunakan bidang 50 cm.

Sudah 2 kali pelatih dari propinsi yang datang kesana untuk pembelajaran. Kami sempat menyangkal kepada pekerja - pekerja tenunan disana, berapa lama pekerjaan tenunan tersebut dan bagaimana pekerjaannya untuk waktu pengerjaan tenunan yang menggunakan banyak moKotif bisa memakan waktu 1 minggu, sedangkan membuat tenunan Rok ukuran 2.40 cm dan baju dengan ukuran 2M, 80 cm memakan waktu 2 hari pengerjaan jika menggunakan motif yang tidak terlalu rumit, 

Sebelum menenun bahan tenunan tersebut, benang yang sudah digulung dipintal dahulu dan pintalan besar benang dikerjakan salama 4 jam. kami sempat mempertanyakan bagaimana cara pengerjaan benang - benang tersebut ditenuan menjadi bahan. lalu kami mendapatkan jawaban seperti yaitu 1 pemintalan benang dalam bentuk tabung kemudian dipasangkan di sekiram lalu dimasukkan kekarok kemudian dimasukkan kesuri lalu pemintalan benang dalam gulungan.


"KONVEKSI CHIKO"

Konveksi Chiko adalah usaha yang diturunkan secara turun temurun dan sekarang sudah dijalankan oleh generasi kedua. Konveksi chiko bertempat dibukit tinggi Jl. Ampe Angkek yang diwariskan kepada bapak Ujang. Pada mulanya ketika bapak ujang tamat sekolah pada tahun 1986 konveksi Chiko deiwariskan kepada bapak ujang. 

Pak ujang sebelumnya tidak pernah bersekolah dijurusan busana, tetapi beliau telah diajarkan cara pembuatan busana oleh kedua orang tuanya. karena beliau berbakat dibidang busana usaha konveksi chik menjadi lebih berkembang semenjak ditangannya hingga sekarang.

Untuk sekarang konveksi chiko tidak terlalu aktif lagi karena banyak pekerja yang menyelesaikan pekerjaan dirumah sendiri - sendiri, untuk pembuatan pola seragam di konveksi chiko dibuat dengan sekali pembuatan.menggunakan ukuran S, M, L dan XL, untuk baju koko bahannya didatangkan dari india baju dari konveksi chiko ada yang di Export sampai ke Malaysia dan untuk di Indonesia langsung dikirim kejakarta, untuk sumatera sendiri baju produksi Chiko dijual dikota medan, Riau dan propinsi lainnya.

Pengambilan untung sendiri biasanya dilihat dari segi bahannya, untuk jasa sehelai baju seragam upahnya Rp. 3000 untuk pembuatan baju koko sendiri upahnya 12. 500 untuk pengerjaan baju koko 1 orang bisa mengerjakan 20 potong dalam satu hari, dan untuk pengerjaan blus sekolah 1 orang dapat menyelesaikan 40 potong dalam satu hari.

Dikonveksi chiko dalam pembuatan bajunya menggunakan mesian obras lantai. Para pekerja dikonveksi chiko mempunyai tugas yang berbeda, 1 orang 4 pasang lengan, 1 orang memasang kerah, 1 orang untuk memasang sisi, dan satu orang lagi untuk memasang kancing. 

KESIMPULAN

Setelah mengunjungi 2 tempat tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa jika bekerja di perindustrian kita harus membutuhkan keseriusan, ketelatenan, kejujuran, kedisiplinan. walaupun dimanapun kita ditempatkan kita tidak akan ragu lagi melakukan pekerjaan tersebut. untuk itu apapun pekerjaan yang akan diberikan nantinya tidak akan terasa berat dika kita melakukan beberapa hal tersebut.

 Demikian laporan kegiatan industri yang kami tulis Semoga yang kami tulis dapat bermanfaat bagi pembaca. Wassalamualaikum Wrb.  











Post a Comment