KRITERIA GURU YANG MENDAPAT TUNJANGAN KHUSUS, TUNJANGAN DAERAH, DAN TUNJANGAN PROFESI GURU 2015/2016 - MEDIA EDUKASI CEPAT, TEPAT, DAN TERPERCAYA

Breaking

Created By Reko Metra, S.Kom

Tuesday, June 30, 2015

KRITERIA GURU YANG MENDAPAT TUNJANGAN KHUSUS, TUNJANGAN DAERAH, DAN TUNJANGAN PROFESI GURU 2015/2016




Selamat pagi rekan – rekan sabahat dimanapun anda berada hari ini penulis akan membahas tentang “KRITERIA GURU YANG MENDAPAT TUNJANGAN KHUSUS, TUNJANGAN DAERAH, DAN TUNJANGAN PROFESI GURU”. Kalau berbicara guru tentunya rekan – rekan semua pernah memiliki seorang guru didalam kehidupannya, baik itu dilingkungan pendidikan maupun diluar pendidikan seperti guru ngaji, guru disekolah, guru seni music, guru seni tari, guru agama dan lain sebagainya. 

Kalau kita artikan guru menurut bahasa adalah seorang yang berprofesi sebagai tenaga kerja mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi terhadap hasil kerja peserta didiknya guna mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk kehidupan selanjutnya.

Sedangkan guru menurut umum adalah pengajar dan pendidik anak pada usia dini melalui jalur akademik sekolah dalam pendidikan formal, baik itu pendidikan dasar, pendidikan menengah, maupun pendidikan tingkat atas.

Nah rekan – rekan itulah sekilas tentang pengertian guru untuk selanjutnya kita masuk kepada KRITERIA GURU YANG MENDAPAT TUNJANGAN KHUSUS, TUNJANGAN DAERAH, DAN TUNJANGAN PROFESI GURU. Apa sajakah syarat – syarat yang harus anda lakukan untuk mendapatkan beberapa hal tersebut silahkan and abaca beberapa persyaratan dibawah ini : 

1.  Guru penerima tunjangan profesi

Berdasarkan petunjuk teknis pemberian tunjangan profesi guru yang diterbitkan oleh P2TK dinas kementrian pendidikan dan kebudayaan tunjangan profesi guru melalui mekanisme transfer diberikan kepada guru pegawai negeri sipil daerah (PNSD) yang telah ditetapkan. Yang menetapkan adalah keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai siapa saja yang berhak menerima tunjangan profesi guru pengawai negeri sipil daerah yang tentunya memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh peraturan udang – undang.

Inilah criteria guru pegawai negeri sipil daerah yang berhak menerima tunjangan profesi guru pada tahun 2015 – 2016 melalui mekanisme transfer : 

a.   Guru tidak merangkap sebagai eksekutif , yudikatif atau legislatif pada pemerintahan.
b.   Guru tidak terikat sebagai tenaga tetap pada 2 instansi yang sama dibawah naungan kementrian pendidikan dan kebudayaan.
c.   Guru tidak beralih status dari guru atau pengawas sekolah.
d.  Guru belum pensiun yang berhak menerima tunjangan profesi guru artinya masih bekerja.
e.   Beban kerja guru minimal 24 jam tatap muka atau setara dengan 40 jam tatap muka dalam 1 minggu sesuai dengan sertifikat pendidik yang dimiliki oleh guru tersebut.
f.    Memiliki surat keputusan tunjangan profesi (SKTP) yang dikeluarkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan.
g.  Mengajar pada satuan pendidikan sesuai dengan pasal 17 pada peraturan pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang profesi guru.
h.  Memiliki lebih dari satu sertifikat pendidik yang telah diberi nomor registrasi guru sebelum akhir desember 2013.
i.    Guru pegawai negeri sipil daerah yang mengajar di satuan pendidikan dan dibawah naungan kementrian pendidikan dan kebudayaan.

2.  Guru penerima tunjangan khusus :

a.   Guru yang ditugaskan mengajar didaerah khusus oleh pemerintah daerah pada satuan pendidikan baik satuan pendidikan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
b.   Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan ( NUPTK ).
c.   Memiliki kesulitan perekonomian ketika menghadapi tugas dilapangan.
d.  Guru yang memiliki SK bupati/wali kota/ gubernur yang diusulkan pada kementrian pendidikan dan kebudayaan.
e.   Guru yang memang diusukan berdasarkan usulan dari kabupaten/kota yang memenuhi criteria yang ditetapkan baik secara manual maupun digital (DAPODIK).

3.  Guru penerima tunjangan daerah :

a.   Kriteria daerah terpencil atau terbelakang contohnya akses transportasi sulit.
b.   Tidak tersedia fasilitas layanan umum contohnya aliran listrik, air bersih dll.
c.   Tingginya harga barang pada daerah tersebut.
d.  Sulitnya mencari sandang dan pangan pada daerah tersebut.
e.   Tidak ada perumahan dinas pada daerah tersebut.

Nah rekan – rekan sahabatku yang berbahagia itulah beberapa informasi yang bisa penulis sampaikan pada hari ini, semoga apa yang penulis sampaikan bisa bermanfaat buat rekan – rekan sekalian, jika ada kata – kata yang kurang berkenan didalam penyampaian pada tulisan ini penulis mohon ma,af. Manusia memiliki akal dan fikiran tetapi tidak luput dari kesalahan, yang benar hanya milik tuhan yang maha esa dan yang salah adalah milik manusia. Sekian dan terima kasih.
Post a Comment