TEKNIK DASAR PENGAMBILAN GAMBAR VIDEO - MEDIA EDUKASI CEPAT, TEPAT, DAN TERPERCAYA

Breaking

Created By Reko Metra, S.Kom

Sunday, August 21, 2016

TEKNIK DASAR PENGAMBILAN GAMBAR VIDEO



Dalam produksi sebuah media video pembelajaran tentunya tak lepas dari kekuatan unsur audio dan video. Perpaduan keduanya sangat menentukan tersampaikannya pesan dengan baik.
Dalam unsur video tentunya semua yang ada dalam frame harus diperhitungkan dengan matang sehingga tidak menimbulkan pesan yang berbeda. ada banyak hal tentang pengambilan gambar yang perlu diperhatikan.:

Kenali perangkat pengambilan gambar

Memang betul pepatah yang menyebutkan tak kenal maka tak sayang. Untuk itu pastikan kita mengenali dan menguasai betul operasional alat yang akan kita gunakan sehingga akan memudahkan dalam proses pengambilan gambar. Sehingga hasil yang kita dapatkan akan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tentunya sesuai dengan kebutuhan pesan yang akan disampaikan.
Dengan teknologi yang sudah berkembang pesat sangat memungkinkan pengambilan gambar tidak hanya menggunakan kamera video professional saja. Bisa menggunakan handycame, kamera laptop, kamera foto digital, juga berbagai gadjet yang sudah dilengkapi dengan berbagai aplikasi yang canggih diantaranya kamera perekam, seperti handphone, iphone, tablet, dll.
                            
Jenis Kamera Video :
1)      Berdasarkan Format
  • Analog
Data yang disimpan sebagai pancaran berbagai kuat sinyal (gelombang) pada pita kamera perekam. Macam kamera jenis ini antara lain VHS, S – VHS, 8mm, dan Hi – 8.
  • Digital
Kamera perekam video digital menyimpan data dalam format kode biner bit per bit yang terdiri atas rangkaian 1 (on) dan 0 (off). Jenis kamera ini antara lain mini DV, dan Digital 8.

2)      Berdasarkan Media Rekam

  • Betamax
  • VHS
  • 8mm
  • VHS-C
  • DVCAm(Digital Video)
  • Mini DV
  • Betacam
  • Memori stick
  • Mini Disc

Secara umum bagian-bagian kamera video terdiri atas :
1. Baterai untuk catu daya
2. Tempat kaset
3. Tombol Zoom
4. Tombol Recorder
5. Port Output video / audio (bisa berupa analog ataupun digital)
6. Cincin Fokus
7. Jendela preview (View Fender)
8. Mikrofon
9. Tombol kontrol cahaya
10. Tombol Player (untuk memainkan kembali video).
11. Terminal DC Input.

Selain itu juga banyak terdapat fasilitas–fasilitas tambahan yang berbeda antara kamera satu dengan kamera lainnya. antara lain lampu infra merah untuk pengambilan gambar pada tempat yang gelap, edit teks langsung dari kamera, efek-efek video lain, slow motion dan masih banyak lagi.

Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

-         Bird Eye View
Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.
-         High Angle
Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.
-         Low Angle
Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.
-         Eye Level
Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.

-         Frog Eye
Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.

Sedang untuk ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan:
-         Tujuan pengambilan gambar
-         Tingkat emosi / suasana yang ingin dibangun
-         Situasi objek
-         Kodisi objek.

Beberapa macam istilah dalam komposisi pengambilan gambar, antara lain:
Extreme Long Shot (XLS):
gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.
Long Shot (LS) :
pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.
Medium Long Shot (MLS) :
gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.
Medium Shot (MS) :
pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).
Medium Close Up : (MCU)
hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.
Close Up (CU) :
gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat.
seperti : hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru
Big Close Up (BCU) :
pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.
Extreme Close Up (ECU/XCU) :
pengambilan gambar yang terlihat sangat detail.         
seperti : kacamata, hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.
Untuk mempermudah ukuran shoot secara universal yang digunakan adalah manusia atau orang.
Contoh ukuran :
-                   Knee Shot (KS) :
pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.
-                   Full Shot (FS) :
pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.
-                   One Shot (1S) :
Pengambilan gambar satu objek.
-                   Two Shot (2S) :
pengambilan gambar dua orang.
-                   Three Shot (3S) :
pengambilan gambar tiga orang.
-                   Group Shot (GS):
pengambilan gambar sekelompok orang.

Beberapa istilah yang terkait dengan pergerakan kamera :

·         Zoom In/ Zoom Out :                         
kamera bergerak menjauh dan mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming yang ada di kamera.
·         Panning :
gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod.
·         Tilting :
gerakan kamera ke atas dan ke bawah.
Tilt Up jika kamera mendongak dan tilt down jika kamera mengangguk.
·         Dolly :
kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan rodanya.
Dolly In jika bergerak maju dan Dolly Out jika bergerak menjauh.
·         Follow :
gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengambilan gambar, diantaranya
·         Headroom,
merupakan ruang diatas kepala yang berfungsi membatasi bingkai dan bagian atas kepala objek.
·         Nose room,
Arah pandang atau ruang gerak objek dalam sebuah frame, bertujuan untuk memberikan ruang pandang sehingga terkesan bahwa objek memang sedang melihat sesuatu.
·         Fore ground,
Segala sesuatu yang menjadi latar depan dari objek.
·         Background,
segala sesuatu yang menjadi latar belakang objek.


Post a Comment